https://teslink.nusaputra.ac.id/issue/feed Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan 2024-06-10T15:58:43+07:00 Muhammad Hidayat, M.Eng [email protected] Open Journal Systems <p>This journal, namely TESLINK: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkunan, TESLINK, was founded in 2019 and is managed by the Civil Engineering Study Program of Universitas Nusa Putra. This journal is designed to disseminate original and quality academic papers approved to contribute to the development of science and technology in civil and environmental engineering to support sustainable development. This journal contains all civil and environmental engineering information, such as structures, transportation, air resources engineering, geomatics, and the environment. The journal accepts original papers from various contributors, such as academics, scientists, scientists, researchers, and students worldwide. Papers to be submitted can be written in Indonesian or English with only the abstract in English. At least two reviewers will review the submitted papers. Authors who will submit a paper should follow the journal template.</p> https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/291 Perancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Kawasan FTZ Dompak Menggunakan Sistem Terpusat (Off-Site System) 2024-06-10T15:58:40+07:00 Rasyid Khoirul M [email protected] Jody Marting Ginting [email protected] <p>Kawasan FTZ Dompak merupakan kawasan yang terletak di Desa Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini memiliki luas 4.280 hektar dengan jumlah penduduk 559 orang. Kegiatan yang terdapat dalam pengembangan Kawasan FTZ Dompak akan menghasilkan limbah berupa limbah domestik dan industri. Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan industri dan rumah tangga memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Bahaya yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut berupa limbah cair dan padat yang dapat menyebabkan pencemaran air tanah. Oleh karena itu untuk mengatasi pencemaran yang terjadi maka air limbah yang dihasilkan akan dibuang ke laut dengan melakukan proses pengolahan air limbah terlebih dahulu. Pada penelitian ini dirancang sebuah IPAL dengan menggunakan sistem terpusat. Proses IPAL terdiri dari air limbah yang dihasilkan dari tenant industri yang dialirkan ke tangki penampung. Bak tersebut berfungsi untuk menampung berbagai jenis sampah. Dengan menggunakan sistem terpusat untuk mengolah air limbah dapat memberikan beberapa keuntungan seperti perawatan yang lebih mudah, hemat biaya, dapat bertahan dalam durasi waktu yang lebih lama dan efisien dalam proses pengoperasian. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan kapasitas yang lebih besar di kawasan FTZ Dompak.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Rasyid Khoirul M https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/293 Analisis Pengaruh Dimensi terhadap Daya Dukung Fondasi pada Tanah Lapisan Lensa Batuan 2024-06-10T15:58:36+07:00 Fihinna Khoirotun Hisan [email protected] Dian Purnamawati Solin [email protected] Himatul Farichah [email protected] <p>In general, soil investigation plays an important role in when designing substructures. Soil investigation is commonly used as a reference or basis for foundation designing. Therefore, in foundation designing soil investigation needs to be conducted first to provide appropriate treatments and minimizing the occurrence of failure in the foundation. &nbsp;This is particularly important especially when unique cases are found such as soil dominated by soft soil and the presence of rock lenses within soil dominated by soft soil. Thus, in this study, the design of substructure is carried out with the case of the presence of rock lens. This research involves various factors for selecting a foundation, including bearing capacity, settlement and lateral deflection. The result of this research finding suggest that using bored pile 70 cm in dimension is considered safe as a foundation in soil containing rock lens.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Dian Purnamawati Solin, Fihinna Khoirotun Hisan https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/361 Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen 2024-06-10T15:57:21+07:00 Ilyas Tajuddin [email protected] Lambang Basri Said [email protected] Andi Alifuddin [email protected] <p>Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal. Aspal Buton merupakan aspal alam yang memiliki kelebihan karena sudah mengandung mineral dan aspal. Berbagai penelitian sebagai upaya optimalisasi penggunaan Aspal Buton telah banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gradasi (Lawele Granular Asphalt) LGA tipe 50/30 dan LGA tipe 5/20 dengan variasi 0%, 1%, 2% 3% dan 4% terhadap karekteristik Marshall dan ketahanan terhadap deformasi permanen dan mampu memperbaiki kualitas beton aspal dan kinerja dari campuran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen terhadap pemanfaatan penambahan LGA 50/30 dan LGA 5/20 yang dijadikan sebagai bahan tambah (aspal) pada campuran Lapisan Aspal Beton AC-WC. Selanjutnya melakukan observasi untuk mengetahui karakteristik campuran menggunakan Marshall Test dan tingkat nilai ketahanan deformasi dengan pengujian Wheel Tracking Machine (WTM). Berdasarkan hasil pengujian karakteristik Marshall menunjukkan bahwa nilai stabilitas tertinggi terbaik terdapat pada campuran LGA 5/20 variasi 3% sebesar 1277,58 kg dan pada campuran LGA 50/30 variasi 4% sebesar 1243,44 kg. Nilai Flow terendah terbaik terdapat pada campuran LGA 5/20 variasi 3% sebesar 2,13 mm dan pada campuran LGA 50/30 variasi 3% sebesar 2,31 mm. Nilai MQ tertinggi terdapat pada campuran LGA 5/20 variasi 3% sebesar 599,786 kg/mm dan pada campuran LGA 50/30 variasi 2% sebesar 535,545 kg/mm. Dari hasil Uji Deformasi menunjukkan bahwa nilai deformasi terendah sebesar 0,826 mm pada campuran LGA 5/20 variasi 2% dan LGA 50/30 variasi 2% sebesar 1,007mm. Nilai stabilitas dinamis yang paling besar adalah pada campuran LGA 5/20 variasi 2% sebesar 2739 lintasan/mm sedangkan pada campuran LGA 50/30 variasi 2% sebesar 2333 lintasan/mm. Dan nilai laju deformasi yang paling rendah sebesar 0,015 mm/menit pada campuran LGA 5/20 variasi 2% dan LGA 50/30 variasi 2% sebesar 0,018 mm/menit.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Ilyas Tajuddin, Lambang Basri Said , Andi Alifuddin https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/268 Eksperimen Durabilitas Aspal Modifikasi Pg 70 Menggunakan Limestone (Abu Batu) sebagai Filler terhadap Uji Marshall 2024-06-10T15:58:43+07:00 Iwan Tosi [email protected] Y Martono Hadi [email protected] Mira Wisman [email protected] <p>Aspal modifikasi PG 70 merupakan teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kinerja dari suatu campuran aspal yang dibuat dengan mencampur aspal dengan suatu bahan tambah. Untuk meningkatkan kepadatan dan kestabilan campuran aspal diperlukan bahan pengisi (Filler) untuk meringisi rongga antar agregat. Filler yang digunakan pada penelitian ini adalah Limestone (batu kapur) yang diharapkan penggunaan Filler ini dapat meningkatkan viskositas campuran sehingga daya lekat antar agregat pada campuran menjadi tinggi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek yang terjadi setelah aspal berumur 7, 14, 21, dan 28 hari terhadap parameter marshall. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan membuat sample pertama sebanyak 12 buah pada kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6% untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO), selanjutnya dilakukan perendaman selama 30 menit dengan suhu air 60°C di dalam water bath dan mendapatkan KAO sebesar 5,5% setelah itu, pembuatan benda uji dengan kadar aspal 5,5% sebanyak 12 buah dengan variasi rendaman 7, 14, 21, dan 28 hari kemudian dilakukan perendaman sesuai dengan waktu yang di jadwalkan didapatkan nilai durabilitas rata-rata 100%, 84%, 95%, 100%, dan 101% sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan Limestone setelah perendaman mendapatkan durabilitas paling tinggi pada hari ke 28 degan nilai 101%.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Iwan Tosi Iwan Tosi https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/306 Kajian Faktor–Faktor Keterlambatan Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wajo 2024-06-10T15:58:32+07:00 Nashri [email protected] Abd Karim Hadi [email protected] Watono [email protected] <p>Analisis terhadap faktor - faktor yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan pembangunan desa merupakan upaya mendalam untuk mengurai kompleksitas faktor yang berkontribusi pada keterlambatan pelaksanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Wajo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan pembangunan dan mengungkap faktor yang paling dominan yang menghambat pelaksanaan pembangunan desa di Kabupaten Wajo. Melalui penggunaan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini menganalisis bobot faktor yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang menjadi penyebab keterlambatan pelaksanaan pembangunan desa di Kabupaten Wajo adalah Faktor Cuaca dengan bobot 41,111%. Faktor ini memiliki dampak signifikan dalam menghambat kelancaran pelaksanaan pembangunan. Disusul oleh Faktor Sumber Daya Manusia dengan bobot 20,914% dan faktor Sumber Daya Finansial dengan bobot 16,238%, Hasil ini mengindikasikan bahwa faktor Cuaca memiliki pengaruh faktor dominan terhadap keterlambatan pelaksanaan pembangunan desa.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Nashri, Abd Karim Hadi, Watono https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/307 Analisis Pemanfaatan Limbah Kertas Bekas dan Ampas Tebu sebagai Material Alternatif Pembuatan Dinding Partisi Ramah Lingkungan 2024-06-10T15:58:29+07:00 Rahmat Miftahul Rangkuti Rangkuti [email protected] Erna Septiandini [email protected] Adhi Purnomo [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah kertas bekas dan ampas tebu sebagai material alternatif dalam pembuatan dinding partisi yang ramah lingkungan. Dalam era yang semakin sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan, penggunaan bahan-bahan daur ulang menjadi pilihan yang menarik.</p> <p>Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan limbah kertas bekas dari berbagai sumber, seperti kertas bekas perkantoran dan kemasan. Selain itu, ampas tebu yang dihasilkan dari industri gula juga dikumpulkan. Limbah kertas bekas dan ampas tebu kemudian diolah dan diproses menjadi material yang dapat digunakan dalam pembuatan dinding partisi.</p> <p>Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian terhadap karakteristik fisik dan mekanik dari material yang dihasilkan. Pengujian meliputi kekuatan material, ketahanan terhadap air,isolasi termal dan akustik. Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap dampak lingkungan dari penggunaan material ini. Dampak terhadap emisi gas rumah kaca dan penggunaan sumber daya alam dievaluasi untuk menilai keberlanjutan penggunaan material ini.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kertas bekas dan ampas tebu dapat diolah menjadi material yang memiliki karakteristik fisik dan mekanik yang memadai untuk digunakan dalam pembuatan dinding partisi. Material ini juga memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan konvensional.</p> <p>Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi konstruksi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah kertas bekas dan ampas tebu. Penggunaan material alternatif ini tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan, tetapi juga mengurangi penggunaan bahan-bahan baru yang membutuhkan sumber daya alam yang berlimpah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan material daur ulang dalam industri konstruksi.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Rahmat Miftahul Rangkuti Rangkuti https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/312 Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi sebagai Campuran terhadap Kekuatan Batu Bata (Literature Review) 2024-06-10T15:58:25+07:00 Julliano Pingki Cancerio Julliano [email protected] Anisah [email protected] Intan Puspa Wangi [email protected] <p class="AbstractText" style="margin-top: 4.0pt;"><span lang="EN">Batu bata adalah bahan konstruksi yang penting dalam industri konstruksi, digunakan untuk berbagai tujuan seperti pembangunan rumah, gedung, dan infrastruktur lainnya. Beberapa penelitian telah mengeksplorasi penggunaan abu sekam padi. Abu sekam padi adalah limbah pertanian yang melimpah dan memiliki potensi untuk digunakan dalam konstruksi sebagai</span><span lang="EN"> bahan tambahan, salah satunya yaitu bahan tambahan pembuatan batu bata. Beberapa penelitian terdahulu membuat inovasi dengan tujuan mengetahui besarnya pengaruh penambahan Abu Sekam Padi (ASP) terhadap sifat mekanis batu bata (kuat tekan) dan persentase penambahan ASP yang terbaik untuk campuran batu bata. Metode penelitian yang digunakan berupa eksperimen dengan menambahkan ASP sebagai bahan campuran pembuatan batu bata.</span></p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Julliano Pingki Cancerio Julliano https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/315 Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang sebagai Bahan Campuran dalam Pembuatan Paving Block (Literature Review) 2024-06-10T15:58:17+07:00 Annisya Setyoningrum [email protected] Anisah [email protected] Arief Saefudina [email protected] <p>Various innovations in making paving blocks are made to meet development needs. Where the advantages of paving blocks include easy maintenance, faster implementation time, and easy installation. Paving block is a composition of building materials made from a mixture of Portland cement, fine aggregate, and water. Paving block is one of the building materials that is in great demand by the public as a ground cover material, in addition to cement, asphalt, and concrete which is usually applied to parking lots, parks, school yards, and so on according to the needs of its users. The writing of this article, has the aim of reviewing the results of previous research in the form of compressive test results on the utilization of shell waste in the manufacture of innovative materials in the form of paving blocks, therefore the research method in this article is literature review, literature review does not only mean reading literature, but more towards an in-depth and critical evaluation of previous research on a topic.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 ANNISYA SETYONINGRUM https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/318 Analisis Kinerja dan Evaluasi Unit Clearator dan Clarifier di PDAM Surya Sembada Surabaya 2024-06-10T15:58:11+07:00 Nara Naomi Aprilia Putri [email protected] Aussie Amalia [email protected] <p>PDAM adalah perusahaan yang melakukan pengolahan air baku untuk mendapatkan air bersih yang berkualitas dan aman. Air bersih yang berkualitas adalah air yang telah lulus uji dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 736/Menkes/PER/VI/2010 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/PER/IV/2010. Untuk mendapatkan air yang lulus uji perlu dilakukannya pengolahan air baku yang melalui unit kanal, prasedimentasi, koagulasi-flokulasi, clearator, clarifier dan filtrasi. Namun dikarenakan adanya sebuah kendala pada unit tersebut dapat menyebabkan unit pengolahan tidak berjalan secara optimal, meskipun tetap memenuhi persyaratan uji parameter. Salah satu unit di IPAM yang memiliki kendala yaitu unit clearator dan clarifier. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mengevaluasi kinerja unitclearator daan clarifier untuk mendapatkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kualitas air bersih. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan pengamatan hasil parameter kekeruhannya selama 3 minggu dalam bentuk persentase. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yang berdampak pada kinerja unit clarifier dan clearator, termasuk lamanya waktu pengurasan, kualitas flok yang kurang optimal, serta perubahan posisi tube settler.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>PDAM is a company that treats raw water to obtain quality and safe clean water. Clean quality water is water that has passed the test of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 736/Menkes/PER/VI/2010 and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 492/Menkes/PER/IV/2010. To get water that passes the test, it is necessary to treat raw water through the canal unit, prasedimentation, coagulation-flocculation, clearator, clarifier and filtration. However, due to an obstacle in the unit, it can cause the treatment unit to not run optimally, even though it still meets the parameter test requirements. One of the units in IPAM that has constraints is the clearator and clarifier unit. Therefore, the purpose of this study is to analyze and evaluate the performance of the clearator and clarifier units to obtain factors that can improve the quality of clean water. The method used in this study is to observe the results of the turbidity parameter for 3 weeks in percentage form. The results obtained in this study are that there are several factors that have an impact on the performance of the clarifier and clearator units, including the length of drain time, suboptimal floc quality, and changes in the position of the settler tube.</em></p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Nara Naomi Aprilia Putri https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/322 Pengaruh Jenis Sampah Organik Terhadap Kondisi Fisik Larva Dewasa BSF (Black Soldier Fly) 2024-06-10T15:58:08+07:00 Ratna Endah Dwi Puspitasari [email protected] Restu Hikmah Ayu Murti [email protected] <table width="586"> <tbody> <tr> <td width="425"> <p>Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan peningkatan produksi sampah di Indonesia. Salah satu jenis sampah yang memiliki kuantitas terbanyak adalah sampah organik. Perlu adanya usaha mengurangi maupun menangani timbulan sampah yang dihasilkan. Metode pengomposan dan eco enzim telah banyak dilakukan untuk mengolah sampah organik. Selain kedua metode tersebut, masih ada salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah organik yaitu dengan metode biokonversi. Metode biokonversi merupakan metode yang melibatkan mikroorganisme untuk mengubah sampah organik menjadi produk lain yang memiliki nilai teringgi. Biokonversi dengan memanfaatkan larva dari serangga <em>Black Soldier Fly </em>(BSF) dapat menjadi solusi mengatasi timbulan sampah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jenis sampah organik terhadap tingkat konsumsi substrat dan kondisi fisik dari larva BSF. Penelitian ini dilakukan sengan metode penelitian eksperimen dengan model penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap). Jenis sampah organik yang digunakan untuk penelitian adalah sampah sayur dan buah yang berasal dari kegiatan pasar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode <em>Analysis of Varience </em>(ANOVA). Berdasarkan penelitian ini, larva dengan kondisi fisik yang cukup baik (panjang dan berat) adalah larva dengan jenis makanan campuran. Persentase konsumsi substrat (SC) tertinggi berada pada larva dengan jenis sampah organik campuran sebesar 90%.n</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 RATNA ENDAH DWI PUSPITASARI https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/313 Analisis Pembuatan Paving Block Menggunakan Campuran Limbah Pecahan Keramik & Pasir Silika sebagai Pengganti Sebagian Pasir terhadap Kuat Tekan (Literature Review) 2024-06-10T15:58:21+07:00 Bagus Tri Prasetya [email protected] Anisah [email protected] Lenggogeni [email protected] <p>This literature article details the results of a review of the latest literature which focuses on the use of ceramic shard waste and silica sand as additional materials in making paving blocks. In the context of sustainable development, this literature highlights the positive potential of utilizing ceramic waste as a contribution to waste reduction and resource efficiency. The addition of silica sand, as an additional material, apparently has a significant effect on increasing the strength and durability of paving blocks. Through a synthesis of information from various studies, this article also highlights the need for further research to optimize ingredient composition and evaluate the overall impact, both in terms of sustainability and product quality. By summarizing key findings, this article provides a holistic view of the use of ceramic shard waste and silica sand in the context of paving block manufacturing, supporting sustainable technological development in the construction sector.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Bagus Tri Prasetya Bagus https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/316 Penentuan Dosis Koagulan dan Persentase Kebutuhan Air pada Pemanfaatan Air Backwash Unit Filtrasi dan Sludge Unit Clearator di IPAM Surabaya 2024-06-10T15:58:13+07:00 Putri Nur Fatekhah [email protected] Aussie Amalia [email protected] <p>Terdapat unit pengolahan pada IPAM yang pada saat proses pengolahannya menghasilkan limbah seperti air <em>backwash </em>dari unit filtrasi dan <em>sludge </em>dari unit clearator. Apabila&nbsp; langsung dibuang ke badan air maka berpotensi merusak ekosistem juga berdampak negatif pada jumlah air yang tersedia sebagai sumber air baku. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dosis optimal koagulan dan persentase kebutuhan air dalam pengolahan air <em>backwash</em> unit filtrasi dan <em>sludge </em>unit clearator IPAM di Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jartest dengan beberapa variasi yakni&nbsp; 4 variasi dosis koagulan dan 6 variasi persentase kebutuhan air <em>backwash </em>dan <em>sludge</em>. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dosis koagulan yang optimal dan persentase air pada pemanfaatan air <em>backwash </em>unit filtrasi adalah dosis 40 ppm dapat menurunkan nilai kekeruhan dengan persentase removal sebesar 88,4% dan persentase air <em>backwash</em> sebanyak 25%. Sedangkan untuk pemanfaatan <em>sludge </em>unit clearator, dosis koagulan yang optimal ialah pada dosis 60 ppm dapat menurunkan nilai kekeruhan dengan persentase removal sebesar 99,2% dan persentase <em>sludge </em>sebanyak 20%.</p> <p>&nbsp;</p> <p>There is processing unit at IPAM which during processing produces waste such as backwash water from the filtration unit and sludge from the clearator unit. If it is dumped directly into water bodies, it has the potential to damage the ecosystem and also have a negative impact on the amount of water available as a raw water source. The aim of this research is to determine the optimal dose of coagulant and the percentage of water required in the backwash water treatment of the filtration unit and sludge clearator unit of IPAM in Surabaya. The method used in this research is the jartest method with several variations, namely 4 variations in coagulant dosage and 6 variations in the percentage of backwash water and sludge requirements. The results of this research show that the optimal coagulant dose and water percentage in the use of backwash water from the filtration unit is a dose of 40 ppm which can reduce the turbidity value with a removal percentage of 88.4% and a backwash water percentage of 25%. Meanwhile, for the use of sludge clearator units, the optimal coagulant dose is 60 ppm which can reduce the turbidity value with a removal percentage of 99.2% and a sludge percentage of 20%.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Putri Nur Fatekhah, Aussie Amalia https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/378 Analisis Kinerja Kapasitas Simpang Tiga Pada Jalan Raya Cibolang Sukabumi 2024-06-10T15:57:18+07:00 Muhammad Hidayat [email protected] Dio Damas Permadi [email protected] Amrita Winaya [email protected] Ardin Rozandi [email protected] <p>Kinerja kapasitas simpang lengan 3 Jalan Raya Cibolang telah dianalisis melalui pengamatan dan pembahasan data yang meliputi volume arus lalu lintas, kapasitas simpang, derajat kejenuhan, waktu tundaan, dan peluang antrian. Dari hasil analisis, disimpulkan bahwa meskipun volume arus lalu lintas total masih dapat ditampung oleh kapasitas simpang pada jam puncak, namun derajat kejenuhan yang tinggi menunjukkan bahwa tingkat pelayanan simpang ini berada dalam kategori rendah, dengan kondisi arus yang tidak stabil, kecepatan rendah, dan volume yang mendekati kapasitas. Selain itu, waktu tundaan dan peluang antrian juga telah ditetapkan berdasarkan standar PKJI 2023. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan perbaikan atau peningkatan kapasitas serta peningkatan pelayanan simpang untuk mengoptimalkan aliran lalu lintas di simpang Jalan Raya Cibolang.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Muhammad Hidayat https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/333 Analisis Vehicle Damage Factor dalam Konteks Konfigurasi Axle dan Dampak Jalan 2024-06-10T15:58:06+07:00 Nur Halimatus Sa’diyah [email protected] Siti Shofiah [email protected] Riza Phahlevi Marwanto [email protected] <p>Pentingnya menghitung Faktor Kerusakan Kendaraan (VDF) dalam mengevaluasi dampak kelebihan muatan di jalan raya dibuktikan dengan hasil berbagai penelitian. Kendaraan yang membawa muatan melebihi 15% menunjukkan nilai VDF yang tinggi, yang mengindikasikan potensi kerusakan signifikan pada infrastruktur jalan. Menganalisis distribusi beban dan dampak VDF pada setiap gandar kendaraan memberikan wawasan yang mendalam, dengan fokus pada identifikasi konfigurasi gandar yang berperan dominan dalam merumuskan solusi. Peningkatan kesadaran di kalangan pemilik usaha, penambahan peralatan, dan peningkatan keahlian petugas pemeriksa muatan diperlukan untuk meningkatkan penanganan pelanggaran muatan.</p> <p><em>The importance of calculating the Vehicle Damage Factor (VDF) in evaluating the impact of overloading on roads is highlighted by the results of numerous studies. Vehicles carrying loads exceeding 15% demonstrate high VDF values, indicating a potential for significant damage to road infrastructure. Analyzing the distribution of loads and the impact of VDF on each vehicle axle provides deep insights, with a focus on identifying axle configurations that play a dominant role in formulating solutions. Increasing awareness among business owners, adding equipment, and improving the expertise of load inspectors are necessary to enhance the handling of load violations</em></p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Nur Halimatus Sa’diyah , Siti Shofiah , Riza Phahlevi Marwanto https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/339 Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal 2024-06-10T15:58:00+07:00 Ahmad Alfian P. Wedda [email protected] Lambang Basri [email protected] Andi Alifuddin [email protected] <p>Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau. Dari proses olahan sagu menyisakan limbah serat ampas sagu yang tidak digunakan dan biasanya dibakar menjadi abu yang berpotensi merusak lingkungan. Untuk mengurangi potensi kerusakan lingkungan, maka abu ampas sagu coba untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambah (filler) pada campuran beton aspal. Penggunaan filler pada campuran beton aspal adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, untuk meningkatkan daya ikat aspal beton, dan juga diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dari campuran beton aspal. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen dengan metode analisis regresi terhadap pemanfaatan abu ampas sagu yang dijadikan sebagai bahan tambah (filler) pada campuran lapis aspal beton (laston). Selanjutnya melakukan observasi untuk mengetahui karakteristik campuran menggunakan Marshall Test dan tingkat nilai ketahanan deformasi dengan pengujian Wheel Tracking Machine (WTM). Berdasarkan analisis regresi polynomial tingkat dua dari hasil pengujian campuran dengan menggunakan KAO 6,05% pada variasi persentase subtitusi abu ampas sagu yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%, diperoleh hasil stabilitas optimum ada pada kadar abu ampas sagu optimum 2,48% dengan nilai stabilitas 1104,95 kg. Nilai MQ tertinggi pada variasi abu ampas sagu 2,48% dengan nilai 450,94 kg/mm. Nilai flow terendah pada variasi abu ampas sagu 2,48% dengan nilai 2,42 mm. Analisa hasil pengujian Wheel Tracking didapatkan hasil pada penambahan kadar abu ampas sagu optimum 2,48% dapat mengurangi deformasi yang terjadi pada campuran sebesar 30,79% dibanding dengan campuran tanpa penambahan abu ampas sagu.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Ahmad Alfian P.Wedda, Lambang Basri , Andi Alifuddin https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/342 Analisis Pengaruh Penerapan Focus Grup Discussion sebagai Upaya Peningkatan Produktifitas Pekerja pada Manajemen Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Pengaman Pantai Kabupaten Takalar 2024-06-10T15:57:49+07:00 Marwan Bangsawan [email protected] Hanafi Ashad [email protected] Watono [email protected] <p>Perairan yang berada di pesisir daerah Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, merupakan area yang amat luas dan memanjang. Dalam pembangunan konstruksinya, diperlukan manajemen yang baik agar pelaksanaannya sesuai dengan standar, mutu serta biaya yang dikeluarkan tergolong termanfaatkan secara efisien. Penelitian ini bertujuan &nbsp;untuk menganalisis faktor yang berpengaruh dan yang paling berpegaruh dalam meningkatkan produktifitas pekerja pada proyek konstruksi pembangunan pengaman pantai serta mengetahui indikator apa yang berpengruh terhadap produktifitas para pekerja dengan metode percepatan penyelesaian konstruksi FGD (<em>Focus Group Discussion</em><em>. </em>Kinerja produktifitas proyek yang diukur kesediaan material dan peralatan para pekerja diperoleh kredit skor mean 4.531 dan nilai SD 0.565 serta sub indikator yang berpengaruh terakhir adalah kinerja produktifitas yang diukur dari biaya dengan nilai kredit skor mean sebesar 4.259 dan nilai SD sebesar 0.543. Adapun pemodelan dari SPSS hasil FGD yang telah dilakukan yakni dengan model Y1 = -52,500 + 0,997X1, Y2 = -148,571 + 0.998X2, Y3 = -82,231 + 0,998X3 dengan indikator variabel bebas cenderung mempengaruhi variabel terikat. Berkaitan dengan penelitian ini, faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan produktifitas pekerja berdasarkan hasil <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) yakni penambahan jam kerja/lembur pada proyek konstruksi diadakan dengan bentuk analisis “<em>what if method</em>”.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Marwan Bangsawan, Hanafi Ashad, Watono https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/345 Analisis Dampak Penambahan Lantai Terhadap Perkuatan Struktur Kolom dan Pondasi Bangunan Ruko 9 Lantai 2024-06-10T15:57:45+07:00 Vernondo Horse [email protected] Ade Jaya Saputra [email protected] <p>Perkuatan struktur bangunan harus dipertimbangkan ketika sebuah bangunan mengalami perubahan atau penambahan dalam segi pembebanan yang dapat berupa penambahan lantai gedung, alih fungsi bangunan, perubahan tata ruang bangunan. Penambahan lantai atau alih fungsi bangunan dapat menyebabkan beban tambahan pada elemen struktur bangunan eksisting seperti kolom, balok, dan pondasi. Tujuan penelitian ini yaitu evaluasi struktur bangunan berupa kolom dan pondasi ruko terhadap penambahan lantai. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu pemodelan dengan bantuan aplikasi ETABS v20.10. Hasil penelitian menunjukkan elemen struktur kolom dan pondasi tidak mampu menahan beban tambahan dan diperlukan perkuatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolom berukuran 25×50 cm mengalami kegagalan sehingga kolom lantai 1-3 perlu diperbesar menjadi 50×80 cm dan kolom lantai 4-9 perlu diperbesar menjadi 40×60 cm. Pondasi dan pile cap memerlukan perkuatan yaitu perlu ditambahkan pondasi bored pile berdiameter 40 cm dengan tulangan 8D16. Pile cap eksisting berukuran 80×80×75 cm perlu diperbesar menjadi 240×160×75 cm dengan tulangan D22 jarak 150 mm. Pile cap yang didesain telah mampu menahan gaya geser baik dari kolom maupun <em>bored pile</em>.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Vernondo Horse https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/346 Analisis Penerapan Green Building dengan Greenship Versi 1.1: Studi Kasus Gedung A Universitas Internasional Batam 2024-06-10T15:57:41+07:00 Kenny [email protected] Ade Jaya Saputra [email protected] <p>Indonesia telah melaksanakan berbagai program selama satu dekade terakhir untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), salah satunya dari sektor bangunan. Adopsi praktik green building di Indonesia tidak hanya mendukung komitmen negara terhadap pembangunan berkelanjutan tetapi juga memberikan solusi terhadap tantangan-tantangan yang muncul. Meskipun demikian, di Kota Batam, penerapan konsep bangunan hijau masih relatif jarang. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi dan memberikan predikat bangunan hijau pada salah satu gedung di Kota Batam yaitu Gedung A Universitas Internasional Batam (UIB). Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode campuran berbasis Greenship Version 1.1 for existing building. Data yang digunakan yaitu melalui observasi dan wawancara dan survei lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dari keenam kategori yang ditinjau, Gedung A UIB mendaptkan total 66 poin dengan mendapatkan predikat Gold sebagai hasil penilaian. Ini menandakan bahwa Gedung A UIB tidak hanya memenuhi standar bangunan hijau, tetapi juga melampaui harapan dalam beberapa aspek kriteria berkelanjutan. Pentingnya kesadaran dan komitmen terhadap praktik berkelanjutan, khususnya di tengah pertumbuhan pesat Batam yang dapat dijadikan peluang untuk mengarahkan pembangunan menuju keberlanjutan.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Kenny n/a https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/351 Evaluasi Pelayanan Kinerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju 2024-06-10T15:57:37+07:00 Frederik S Pabura [email protected] Ratna Musa [email protected] Ali Mallombasi [email protected] <p>Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan sehari-hari sehingga kualitas air minum harus sesuai persyaratan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Untuk memenuhi pelayanan air minum masyarakat, keberfungsian instalasi pengolahan air (IPA) menjadi faktor utama agar produksi air tetap berjalan sesuai standar ketentuan teknis sistem penyediaan air minum (SPAM). Oleh karena itu, kinerja unit produksi dan unit distribusi dievaluasi agar kendala atau kerusakan pada unit dapat diketahui dan segera ditangani. Optimalisasi SPAM dilakukan untuk meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat utamanya yang berada pada daerah layanan melalui perbaikan dan pengembangan jaringan pipa distribusi dan pemasangan sambungan rumah (SR). Biaya operasional pengelolaan juga diperhitungkan agar dapat diketahui berapa besar jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengelola. Hasil dari evaluasi pelayanan kinerja ini menunjukkan bahwa kualitas air minum hasil unit pengolahan IPA Tapalang telah memenuhi persyaratan Permenkes No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Namun saat ini, teridentifikasi beberapa unit mengalami kerusakan ringan sehingga perlu dillakukan perbaikan, sedangkan untuk mengoptimalkan pelayanan sesuai dengan target layanan SPAM Kecamatan Tapalang memerlukan biaya optimalisasi pada unit produksi dan unit distribusi serta biaya operasional untuk memproduksi air per m³ per Tahunnya.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Frederik S Pabura, Ratna Musa, Ali Mallombasi https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/354 Kajian Pelayanan Kebutuhan Air Bersih Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Pasca Bencana 2024-06-10T15:57:32+07:00 Yusmidarwati Baharuddin [email protected] Ratna Musa [email protected] Watono [email protected] <p>Kebutuhan air bersih perlu didukung dengan kebutuhan sarana air bersih berupa hidrant umum sebagai wadah penampungan air bersih yang bersifat mobile serta mobil tangki air sebagai alat transportasi pengangkut dan pendistribusian air bersih. Penelitian ini bertujuan mengetahui terpenuhinya kebutuhan air bersih domestik dan tersedianya sarana air bersih untuk pengungsi di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro pasca bencana. Metode penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang lebih menekankan pada penggunaan instrumen pengumpulan data yang menghasilkan angka atau bilangan (numerik) dan analisis data yang bersifat statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih di 3 hari pertama masa tanggap darurat untuk Kecamatan Mamuju sebesar 0,84 liter/detik, Kecamatan Simboro sebesar 1,96 liter/detik dengan total kebutuhan sebesar 2,80 liter/detik. Fase H+3 sampai berakhir darurat bencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Mamuju sebesar 2,24 liter/detik, Kecamatan Simboro sebesar 5,23 liter/detik dengan kebutuhan total sebesar 7,47 liter/detik. Pada fase pasca darurat bencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Mamuju sebesar 6,72 liter/detik dan Kecamatan Simboro sebesar 15,70 liter/detik dengan total kebutuhan air bersih sebesar 22,42 liter/detik. Untuk kebutuhan sarana air bersih perlu penyesuaian jumlah sarana air bersih yang tersedia (hidrant umum dan mobil tangki air) dengan kebutuhan air bersih.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Yusmidarwati Baharuddin, Ratna Musa, Watono https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/337 Pengaruh Air Perendaman dalam Perawatan Beton terhadap Kuat Tekan dengan Menggunakan Metode ACI (American Concrete Institute) 2024-06-10T15:58:02+07:00 Azhara Fahmiyudin Hammadi [email protected] Rully Angraeni Safitri [email protected] <p>Dalam membuat beton, mutu material perlu diperhatikan untuk pembangunan rumah tinggal karena pada umumnya mutu ditentukan oleh material dan material diperoleh dari toko terdekat yang hanya terdiri dari satu jenis saja, kemudian perawatan yang dilakukan tidak diperhatikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan beton berdasarkan metode ACI dengan menggunakan beberapa variasi kuat tekan yaitu 20, 25, dan 28 MPa. Dimana variasi ini dianggap sering banyak digunakan untuk bangunan rumah dan ruko dikelas menengah kebawah. Penelitian ini menggunakan beberapa metode perawatan, yaitu perendaman dengan air PDAM, perendaman dengan air sungai Cisadane, dan tanpa perendaman. Tujuannya untuk mengetahui kuat tekan maksimum beton pada ketiga metode perawatan tersebut. Dari pengujian kuat tekan beton fc’ 20 MPa, hasil kuat tekan rata-rata perendaman air PDAM sebesar 19,3 MPa, perendaman air Sungai sebesar 18,02 MPa, dan tanpa perendaman sebesar 17,11 MPa. Pengujian kuat tekan beton fc’ 25 MPa, hasil kuat tekan rata-rata perendaman air PDAM sebesar 24,76 Mpa, perendaman air sungai Cisadane sebesar 20,28 MPa, dan tanpa perendaman sebesar 19,87 MPa. Pengujian kuat tekan beton fc’ 28 MPa, hasil kuat tekan rata-rata perendaman air biasa sebesar 25,07 Mpa, perendaman air sungai sebesar 23,66 MPa, dan tanpa perendaman 22,16 MPa.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Rully Angraeni Safitri https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/341 Analisis Perilaku Gedung Sekolah Dasar Negeri 06 Cijantung Terhadap Beban Gempa Menggunakan Metode Respon Spektrum 2024-06-10T15:57:56+07:00 Herviona Septiani [email protected] Sekar Mentari [email protected] <p>Indonesia merupakan negara dengan potensi terjadinya gempa bumi tertinggi di dunia, dengan sejumlah kejadian gempa tektonik yang sangat signifikan. Ini mengisyaratkan bahwa perlu adanya upaya preventif untuk memitigasi serta meminimalisir dampak terjadinya gempa bumi pada struktur bangunan gedung. Salah satunya adalah gedung sekolah yang termasuk ke dalam kategori IV risiko bangunan menurut SNI 1726:2019. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data <em>shop drawing</em> Gedung Sekolah Dasar Negeri 06 Cijantung dengan bantuan <em>software</em> CSI ETABS. Bangunan dianalisis secara elastis terhadap beban gempa dengan metode respon spektrum. Hasil analisis perilaku Gedung Sekolah Dasar Negeri 06 Cijantung menunjukkan bahwa partisipasi massa yang terjadi telah memenuhi syarat 90% pada ragam getar ke-21 untuk arah X, pola ragam getar ke-14 untuk arah Y, dan pola ragam getar ke-15 untuk arah Z. Gaya geser dasar yang didapatkan belum memenuhi persyaratan minimum 100% dari gaya geser statik ekivalen, sehingga perlu dikalikan dengan faktor pembesaran skala sebesar 1.55 untuk arah X dan 1.83 untuk arah Y. Hasil analisis terakhir yang dilihat adalah simpangan antar tingkat dimana simpangan antar tingkat untuk arah X dan Y masih berada di bawah simpangan yang diizinkan, sehingga Gedung Sekolah Dasar Negeri 06 Cijantung dinyatakan aman karena telah memenuhi syarat SNI 1726:2019.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Herviona Septiani, Sekar Mentari, S.T., M.T. https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/359 Kajian Faktor-Faktor Keterlambatan Pelaksanaan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kabupaten Wajo 2024-06-10T15:57:27+07:00 Syamsuri [email protected] Sofyan Bachmid [email protected] Watono Watono [email protected] <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan pembangunan dan mengungkap faktor yang paling mempengaruhi terhadap keterlambatan pelaksanaan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di kabupaten wajo. Melalui penggunaan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini menganalisis bobot faktor yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang menjadi penyebab keterlambatan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di&nbsp; Kecamatan Keera&nbsp; faktor Lingkungan, Sosial dan Masyarakat (LC) bobot&nbsp; 0.502, Sumber Daya Finansial (SDF) bobot 0.144, Perencanaan dan Penjadwalan bobot 0.132, Sumber Daya Manuasi (SDM) bobot 0.130 dan Material (M) bobot 0.092. Kecamatan Majauleng faktor&nbsp; Lingkungan, Sosial dan Masyarakat (LC) bobot&nbsp; 0.489, Material (M) bobot 0.202, Sumber Daya Manuasi (SDM) bobot 0.167, Sumber Daya Finansial (SDF) bobot 0.072 dan Perencanaan dan Penjadwalan bobot 0.070. Kecamatan Sabbangparu faktor Lingkungan, Sosial dan Masyarakat (LC) bobot&nbsp; 0.525, Sumber Daya Manuasi (SDM) bobot 0.186, Material (M) bobot 0.154, Perencanaan dan Penjadwalan bobot 0.072, dan Sumber Daya Finansial (SDF) bobot 0.063. Kecamatan Sajoanging faktor Lingkungan, Sosial dan Masyarakat (LC) bobot&nbsp; 0.522, Perencanaan dan Penjadwalan bobot 0.172, Sumber Daya Finansial (SDF) bobot 0.156, Material (M) bobot 0.082 dan Sumber Daya Manuasi (SDM) bobot 0.069. Faftor-Faktor yang paling mempengaruhi keterlambatan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kabupaten Wajo adalah faktor Lingkungan, Sosial dan Masyarakat (LC) dengan bobot Kecamatan Keera 0.502, Kecamatan Majauleng 0,489, Kecamatan Sabbaparu, 0,525 dan Kecamatan Sajoanging&nbsp; 0,522.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Syamsuri Syamsuri, sofyan bachmid, Watono Watono https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/358 Analisis Fungsi Tanaman Pada Hutan Kota Taman Beringin Sebagai Ruang Terbuka Hijau Di Kota Medan 2024-06-10T15:57:29+07:00 R. Farah Fadhilah [email protected] Rahmadhani Fitri [email protected] Ramayana [email protected] <p>The urban forest park is a government effort to form green open spaces. Various benefits for the community are derived from empowering green open spaces through urban forest parks. This research aims to determine the extent of the functions and suitability of plants in public parks as green open spaces in Medan, with the research location in the City Forest of Taman Beringin Medan. The focus of this research discusses efforts to improve park management to maximize the various functions of plants. Data were collected from field observations. Plant functions include climate amelioration, environmental engineering, aesthetics, and architectural aspects. Architecturally, they are divided into shading, space division, road direction, noise reduction, windbreak, view barrier, and fencing functions. The research results are expected to provide an understanding of the role of urban forest parks and guide future park planning and management.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 R. Farah Fadhilah, Rahmadhani Fitri, Ramayana https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/360 Uji Kemampuan Degradasi Sampah Plastik Polystyrene (PS) dan Polyvinyl Chloride (PVC) dengan Larva Tenebrio molitor sebagai model test 2024-06-10T15:57:23+07:00 Alricha [email protected] A.I.N.K. Kadir [email protected] M. Marjan [email protected] Moh. Baitullah Amaludin [email protected] S.N.J. Patunrangi [email protected] Zeffitni [email protected] Fauzan Teguh Diputra [email protected] <p>Volume timbulan sampah anorganik dari aktivitas manusia mengalami peningkatan signifikan hingga 30-40%. Berbagai upaya yang dilakukan diantaranya tetap memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu upaya alternatif penanganan sampah plastik saat adalah biodegradasi melalui pemanfaatan serangga <em>Tenebrio molitor</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan degradasi larva <em>Tenebrio molitor</em> pada sampah PS dan PVC melalui berat larva, <em>survival rate</em> dan laju degradasi sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan beberapa jenis perlakuan sampah plastik sebagai pakan tunggal dan pakan gabungan. Eksperimen dilakukan selama 14 hari dengan 17 total sampel, terdiri dari 10 gr sampel dan 10 ekor larva per sampel. Penelitian menunjukkan terjadinya penambahan berat larva pada hampir semua perlakuan. Berat larva rata-rata meningkat sebesar 0.15 gr dari 0.70+0.07 ke 0.84+0.19. Berat larva tertinggi pada sampel pakan gabungan PS+PVC+kontrol (1.10+0.10). Uji t-berpasangan sebesar 0.002&lt;0.05. <em>Survival rate</em> larva menunjukkan nilai positif dengan median terendah pada PVC 10 (9-10). Tingkat degradasi tertinggi pada PS+PVC+kontrol (0.08 gr) dengan WRI 0.57%. Nilai <em>pearson</em> korelasi antara laju degradasi dengan berat larva dan<em> survival rate</em> masing-masing sebesar 0.851 (<em>p-value</em> 0.068&gt;0.05) dan 0.332 (p-value 0.585&gt;0.05) Kemampuan degradasi sampah plastik menggunakan larva <em>Tenebrio molitor</em> yang paling baik adalah pada perlakuan PS+PVC+kontrol.</p> 2024-03-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2024 Alricha Alricha